DESA LOA LEPU



Desa Loa Lepu berada di koordinat
-0.420307 LS - -0.459669 LS dan 117.005772 BT - 117.069498 BT

Desa Loa Lepu terletak di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur

Desa Loa Lepu berbatasan dengan :

  • Utara: Desa Perjiwa dan Desa Bukit Raya
  • Selatan: Desa Jongkang dan Desa Rempangan
  • Barat: Desa Teluk Dalam dan Desa Rimbau
  • Timur: Desa Bukit Pinang dan Desa Lok Bahu

DESA LOA LEPU
1.190,46 HA

Vegetasi - 911,9 Ha

Hutan, kebun & emak

Pemukiman - 70,99 Ha

Bangunan & peternakan

Perairan - 41,6 Ha

Kolam & sungai mahakam

Lain-lain - 165,71 Ha

Pertanian & lahan kosong


Letak Geografis Lokasi Loa Lepu

KONDISI WILAYAH

Hasil Survei Tanah & Geologi

pH Tanah <5.5
Jenis Tanah Cambisols
Kelerengan 8-15%
Curah Hujan 2.000-2.500 mm/tahun
Kondisi Lapangan

Mayoritas wilayah merupakan lahan pertanian

Pengairan baik, dekat dengan sungai

Desa Loa Lepu, terletak 15-30 km dari Tenggarong dan Samarinda,
mudah diakses melalui jalan utama, dan dekat
fasilitas perkotaan serta Sungai Mahakam.

AKSES JALAN



SEKTOR PERTANIAN

Di Desa Loa Lepu, tanah yang cukup subur dan sistem pengairan yang baik
mendukung keberagaman pertanian. Petani bekerja keras di ladang,
menghasilkan panen yang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.


PERTANIAN DI LOA LEPU

  • Petani menggarap lahan milik tuan tanah yang berdomisili
    di luar desa.
  • Komoditas utama meliputi pepaya, jagung, tomat, timun, gambas, cabai, dan tanaman pakan ternak.
  • Kondisi budidaya saat ini tumbuh dengan baik dengan
    tingkatan serangan hama rendah.
  • Distribusi hasil panen dilakukan secara mandiri oleh
    masing-masing petani.
Akses jalan yang kurang memadai dan terbatasnya
luas lahan menjadi kendala utama dalam mencukupi
produktivitas pertanian.

Menemukan Lahan Terbaik

untuk Pertanian Desa Loa Lepu

1.190,46 Ha (100%) Lahan di
Desa Loa Lepu Cukup Sesuai
untuk Lahan Pertanian


POTENSI
PENGEMBANGAN
Potensi perluasan areal pertanian.
Peningkatan kesuburan tanah melalui pengapuran.
Pembinaan petani dalam teknologi pertanian.
Pendampingan pencatatan usaha tani.
Perbaikan jalan tani untuk mendukung distribusi.


SEKTOR PERIKANAN

Di Desa Loa Lepu, yang terletak dekat Sungai Mahakam, memiliki potensi
perikanan besar. Sebagian warganya memanfaatkan sungai untuk
budidaya ikan keramba, menjadikannya sumber penghidupan
tambahan yang mendukung ekonomi desa.


PERIKANAN DI LOA LEPU

  • Budidaya ikan keramba dilakukan oleh masyarakat
    yang tinggal di tepian Sunggai Mahakam.
  • Jenis ikan yang dibudidayakan antara lain nila,
    patin dan lele.
  • Komoditas ikan tersebut memiliki nilai pasar
    yang tinggi di wilayah tersebut.
  • Setiap keramba terdiri dari 8 hingga 12 petak,
    dikelola dengan cermat untuk hasil yang optimal.
Jumlah pemilik keramba yang terbatas, 4-6 orang,
menunjukkan peluang untuk memperluas pelaku
usaha dan meningkatkan perekonomian desa.

Menemukan Lahan Terbaik

untuk Perikanan Desa Loa Lepu

700.65 Ha (58%) Lahan di
Desa Loa Lepu Sangat Sesuai
untuk Lahan Perikanan

489.80 Ha (41%) Lahan di
Desa Loa Lepu Cukup Sesuai
untuk Lahan Perikanan


POTENSI
PENGEMBANGAN
Budidaya perikanan datat melalui kolam atau tambak.
Pelatihan pembuatan pakan alternatif.
Pembinaan berkelanjutan siklus budidaya & pemanenan.
Bantuan pemerintah untuk penambahan keramba.


SEKTOR PARIWISATA

Di Desa Loa Lepu, yang terletak strategis antara Kota Tanggarong dan Kota Samarinda,
memiliki potensi wisata alam dengan pemandangan
Sungai Mahakam, perbukitan untuk trekking dan kolam bekas
tambang yang bisa dijadikan wisata air. Kuliner khas "Roti Balok" juga menambahkan daya tarik desa ini
sebagai destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur.


PARIWISATA DI LOA LEPU

  • Penyelenggaraan pelatihan pembuatan "Roti Balok"
    sebagai kuliner khas telah dilakukan untuk
    mengembangkan produk lokal.
  • Perencanaan pembangunan lapangan golf, dan
    perumahan di area perbukitan.
  • Potensi wisata air di sekitar Sungai Mahakam,
    Danau Bunsay dan kolam bekas tambang masih dalam
    tahap perencanaan dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Potensi wisata alam dan kuliner masih dalam tahap
perencanaan dan belum terwujud pengelolaan
yang terstruktur, sehingga masih memerlukan
langkah-langkah lebih lanjut.

POTENSI
PENGEMBANGAN
Pengembangan wisata alam di area sungai & danau.
Mengangkat Roti Balok sebagai oleh-oleh khas unggulan.
Promosi kreatif melalui media sosial untuk menarik wisatawan.
Mengembangkan komunitas pariwisata lokal berbasis masyarakat.
Kesinambungan ekonomi desa melalui peningkatan wisatawan.


KONDISI
SOSIAL DAN EKONOMI
MASYARAKAT DESA LOA LEPU


KONDISI MASYARAKAT

71%

Usia
Produktif

Mayoritas
berpendidikan
SMA

Mayoritas berprofesi
sebagai karyawan
Swasta


PROFESI MASYARAKAT


KENDALA USAHA

Bidang Pertanian, Perikanan & Peternakan


HARAPAAN MASYARAKAT

Perbaikan
Infrastruktur

Bantuan Modal
Usaha

Pelatihan
Ketrampilan SDM





Pendampingan
Pengelolaan
Usaha

Lapangan
Pekerjaan

Sosialisasi
Program
Pemerintah

Pengolahan Hasil
Pertanian
Pengolahan Hasil
Perikanan
Tata Boga

Respon Masyarakat & Dampak Program Pemerintah



STRATEGI PENGEMBANGAN DESA

Desa Loa Lepu memiliki potensi besar dan peluang pengembangan yang luas.
Dengan pendekatan progresif, desa ini dapat memaksimalkan potensi yang ada,
mendorong kemajuan pesat, dan memastikan pengembangan berkelanjutan.


REKOMENDASI STRATEGI
PENGEMBANGAN DESA

MITRA PEMASARAN HASIL
USAHA (OFFTAKER) DI KOTA BALIKPAPAN,
TENGGARONG, & SAMARINDA

Identifikasi offtaker potensial di kota-kota tersebut
Pendampingan mitra untuk survei pasar lokal
Kemitraan distribusi produk berbasis komoditas lokal

REKOMENDASI STRATEGI
PENGEMBANGAN DESA

DUKUNGAN MITRA
BAHAN BAKU
PRODUKSI USAHA

Mengoptimalkan dukungan sesuai kebutuhan, seperti
suplai pakan ikan dan kemitraan pemasaran hasil perikanan
Pendampingan oleh mitra lokal untuk pengadaan bahan baku
yang terjangkau dan berkualitas

REKOMENDASI STRATEGI
PENGEMBANGAN DESA

DUKUNGAN PENDANAAN
MODAL & PERBAIKAN SARANA
PRASARANA MELALUI
PROGRAM CSR

Membuat proposal dana spesifik yang relevan dengan
kebutuhan infrastruktur atau peralatan
Mengarahkan CSR pada program-program yang
selaras dengan pemerintah
Mengoptimalkan potensi BUMDes untuk menyelaraskan CSR
dengan program pemerintah atau Kemendesa